POP ICE RASA PICK ME

Aku ini bodoh sekali dalam menyukai.
Aku sukai orang yang tidak menyukai. 
Lebih aku sukai orang yang kata nya, menyukai ku.

Ada sebuah cerita.

Dulu.........
Aku selalu kurang ajar pada lelaki ini.
Karna kurasa, lelaki ini hanya satu dari milyaran pria yang sangat mudah.

Tidak perlu banyak usaha, cukup sedikit daya untuk menghasilkan reaksi.

Sebenarnya, aku dan lelaki ini pernah berpacaran. Dulu sekali. Dulu yang bahkan aku tidak ingat itu kapan. Yang bahkan aku tidak ingat kenapa bisa terjadi. Sudah sangat samar. Yahh-- namanya juga tidak berkesan.

Tapi kami putus, seingat ku, karna aku ingin bersama lelaki lain. Sudah kukatakan kan, aku kurang ajar pada pria ini.

Kami putus, lalu tidak sengaja bertemu. Maksudku, bukan bertemu yang seperti itu. Lebih tepatnya, kami tidak sengaja beririsan disebuah lapangan bola. Dia melihat ku, akupun juga.

Sebuah denting notifikasi Facebook mengalihkan ku. Ternyata dia menanyakan kabar ku. 2x45 menit  pertandingan sepak bola ditambah waktu istirahat. Ku habis kan untuk sekedar bertukar pesan padanya. Seperti biasa, dia sangat mudah. Kukatakan aku tak punya pacar, dia seperti kucing diberi ikan asin. Ingin menggigit.

Kuikuti sampai kemana alur ini. Ternyata dia ingin balikan.

Oh tuhan, pria yang bodoh.

Oh tuhan, wanita yang jahat.

Aku berkata iya.

Lucunya, dia langsung mengucap "Terimakasih sayang" yang sangat menggelikan. Mengingatnya saja aku tak Sudi.

Ku tinggal percakapan chat itu untuk shalat. Setelah shalat, aku putus dengan nya. Iya putus, kukatakan aku berubah fikiran, tentu saja aku meminta maaf, kau pikir aku wanita apaan.

Bertahun berlalu. Keadaan berubah. 

Saat itu kami sudah SMA. Disekolah yang sama. Satu hal yang tidak berubah, dia masih mudah. Mungkin bahasa gaulnya, dia itu Pick me.

Tapi siapa sangka? Aku juga butuh cowo pick me😭

Akhirnya kami dekat lagi, akupun tak tau bagaimana caranya.

Dia ini adalah pria yang suka flexing. Seberapa banyak uang mu?

Tawari aku dengan semangkok bakso kesukaan ku.
Dia tawari aku dengan selebar vocher Telkomsel yang aku butuh kan.

Hey, aku wanita berpendirian ya!

Tapi dari semua itu, satu yang tak bisa aku tolak.

Sebuah pop ice rasa anggur. Sangat menyegarkan hingga menyadarkan ku. PR matematika mu saja belum siap, tapi kau ingin aku mengerjakan tugas tugas mu?

Pergi sana. Aku tidak butuh pop ice atau apalah yang kau sebut sebagai ego flexing mu. Kenyataan nya kau hanya ingin aku untuk dimanfaatkan.

Aku bahkan tak bermanfaat bagi negara, kau mau aku bermaafan bagimu? 

Semoga kau sadar.. 
Hitung, sudah di angkat berapa mantan-mantan mu?
Hidup tidak selalu tentang seorang wanita.
Jadilah dirimu sendiri, jangan ikuti mereka yang ada dilingkungan mu.

Sejujurnya, aku belum pernah mengatakan ini kan?
Kau cukup baik sebagai seorang pria. Hanya saja, tolong lah lebih berpendirian. Jangan biarkan dirimu untuk dimanfaatkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BARTER SEHARI, BOLEH?

GAGAL "TERMANGU"