GAGAL "TERMANGU"

Di tahun 2025 ini, ada lagu yang trending banget dimana-mana. Judul nya Mangu. Lirik dari lagu ini, sekilas dapat difahami, tentang iman yang udah gak lagi sejalan dan sama.

Di Semangka rasa cinta ini, aku bakal cerita kalau ternyata aku pernah hampir termangu - Mangu loh, hehe.

Tiga tahun masa SMA, benar benar aku habiskan dengan ketekunan yang amat disiplin terhadap belajar, dan hasil nya juga amat memuaskan. Tapi, tidak menampik, kelas sebelas adalah masa paling membosan kan. Pelajaran nya paling sulit, gurunya gak asik, pressure wali kelas amat tinggi, organisasi yang list nya panjang sekali, lomba lomba mulai dari tingkat sekolah sampai provinsi. Sibuk, tapi membosankan.

Disaat-saat seperti itu, tentu saja aku butuh dopamine yang bisa melepas penat, dan adrenalin yang bisa membebaskan aku dari penjara kebosanan ini. And yes, there was time when I was "I want it, i got it" even its just A litle romance story.

Di suatu hari, aku dan teman ku (saat itu masih ada) melakukan aktivitas rutin kami untuk membeli sebuah cup bakso yang sebenar nya lebih cocok untuk disebut buntalan tepung. Ah, wait teman. For your information, Dila si species aneh yang menganggap dirinya semangka ini, sejak dulu memang fungsi otak nya sudah terganggu. Tidak menerima sinyal lebih cepat sehingga otak ku bahkan tidak bisa menganalisa terlebih dahulu, kata-kata apa yang akan keluar dari mulut ku, sehingga terkadang seonggok kalimat aneh nan memalukan terlontar tanpa berfikir.

Lanjut - Kantin hari itu begitu ramai, tapi ditengah keramaian itu aku melihat seorang pria yang luar biasa lucu. Semua yang ada pada dirinya seakan berlabel "tipe ku". Sumpah, sampai sekarang belum pernah kutemui seorang pria pun yang benar-benar 100 % memenuhi syarat sebagai pria idamanku selain DIA, Hahah.

Benar-benar lucu, wajahnya seperti anak-anak pemalu yang takut untuk membeli permen, badan nya tidak kurus tapi tidak gemuk dan tidak tinggi tetapi tidak pendek. Simple kan, tipe idamanku?

"Ih, ganteng. Itu murid baru, ya?". Tanya ku pada teman ku yang baru saja berjalan melewati mereka yang sedang berjalan keluar dari kantin.

Sontak teman ku langsung tertawa, "Heh, Dila. Gak kenal kau? Dia si "M" loh, teman sekampung ku nya itu"

Holy shit, dua tahun di SMA, pria hidden gem seperti dia tidak pernah aku lihat? Gila aja.

Dan kelas pun heboh saat itu, karna memang aku tidak pernah terlibat pada kisah cinta apapun, bahkan crush pun-hanya, yaa, bukan siswa sekolah, karna menurutku merepotkan. Mereka heboh bukan main, hipotesis bahwa aku jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap orang asing di kantin sekolah seakan jadi hot news untuk semua orang. 

Sejujurnya, aku butuh adrenalin kan? Itu sebab nya, tawaran teman ku untuk jadi Mak comblang antara aku dan doi(hehe), aku iya kan saja. Tentunya sebelum mereka meruntuh kan bagian diriku yang merasa hal itu tidak perlu, dan, kami juga beda agama.

Harga diriku begitu tinggi, mana mau aku ketika disuruh untuk jadi orang pertama yang harus menghubungi doi. Gengsi bos. 

Akhirnya, doi menghubungi ku. Kalian mau lihat chat pertama yang doi kirim kan kepada ku? Haha, aku masih ingat euporia-nya.


-

Kesempurnaan hanya milik tuhan. Sejak pertama kali berkomunikasi dengan Doi. Perasaan ku sudah sedikit buruk. Bukan karna doi terlihat seperti pria yang bajingan yang pandai flirting, tapi beliau terlihat begitu polos ketika setiap kata yang dia kirimkan itu disertai dengan emotikon serta sebuah stiker bertuliskan "I love U"

😭😭😭

Ilfeel, gak mauu, aaaaaaaa why.

Itu adalah bagian dari diriku yang menolak proses PDKT ini. Ditengah kegilaan ku terhadap cerita (AU) dan pria fiksi, yang aku dapat adalah pria polos ini.

Tapi diaaa tipe ku bangettttt...

Itu juga adalah bagian dari diriku yang benar benar menginginkan kisah cinta gak seberapa ini. Aku ingin punya pengalaman. Konon.

Lalu siapa yang menang?
Diriku, yang menginginkan kisah ini.

Karna aku berfikir, bahwa typing bisa berubah seiring berjalan nya waktu. Dan menghentikan proses PDKT hanya karna sebuah typing, terlihat tidak menghargai usaha teman ku yang menjodohkan kami.

Hingga pada suatu hari, teman ku menyeret ku secara paksa untuk pergi keluar dari kelas. Di bawa aku pergi menuju kelas doi, yang ternyata pacar dari teman ku (teman sekelas doi)  ini juga sudah bersiap untuk membawa doi bertemu dengan ku, sungguh pasangan yang harmonis.

Tentu saja aku seperti sapi yang akan disembelih. Bersikap dramatis, meronta ingin pergi karna aku belum siap untuk bertatap muka dengan doi. Ntah bagaimana jadinya, kami akhirnya duduk bersanding berdua. ANJAYYYY😭

Lucu sekali, tidak ada yang berbicara. Kami berdua pemalu. Aku takut sekali dia confess hari itu, karna sejujurnya aku belum mengerti bagaimana akan perasaan ku.

"Sehat?" 

Dila bodoh, dari sekian banyak kata yang bisa disampaikan, mengapa harus memilih satu kata klise itu. Malu sekali. Keringat ku bagaikan air es, wajah ku memerah, aku sudah tak tahan lagi!!! Aku pun sejenak terdiam sambil menggigiti bibir, tubuhku mulai bergerak, wajah ku melirik kearah nya, semakin dalam tatapan kami beradu, dunia pun begitu hening, lalu..

"Balek kelas lah aku ya, daahh"

Aku lari seperti anak kecil yang pulang kerumah karna sudah Maghrib. Jantung ku benar-benar berdetak sangat kencang,, such A butterfly.

Sejak itu, dia dan pacar teman ku sering mengunjungi kelas ku. Awalnya, aku masih merasa malu-malu yang luar biasa. Sampai pada suatu hari, perasaan ku mulai pudar seperti ditiup angin. Bukan karna bagian di diriku yang ilfeel itu menang, tapi bagian diriku yang terus mengatakan "aku harus belajar, i have no time"

Akhirnya cerita ini berakhir ketika aku tidak lagi membalas pesan pesan nya, sikapku yang mulai cuek ketika dia berkunjung, dan drama aku mendekati teman ku sendiri didepannya seakan menjadi sinyal final untuk mengakhiri masa PDKT ini.

Beberapa waktu kemudian, dia dan seorang adik kelas berpacaran.

Tak apa, walaupun kisah ini bukan lah sebuah happy ending.
Tak apa, jika ternyata kisah ini tidak jadi membuat aku memiliki cerita yang relate dengan lagu Mangu.

He's such A piece of cake, the cuteness, the innocence, Will be forever in my memories. Thank u, ya, sudah jadi bagian dari kisah butterfly ini. Semoga sukses kedepan nya, dan semoga aku juga bisa ketemu yang 100 % tipe ku, seperti kamu, Mr. M🤗







Spoiler : aku juga punya cerita dibeliin pop ice sama cowo wakakkakakakakakka😭



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BARTER SEHARI, BOLEH?

POP ICE RASA PICK ME